Ketegangan dalam arena pertandingan, membuat Dadan Darmawan menyukai olahraga Tarung Derajat. Disamping itu, kebersamaan dan kekeluargaan yang di tunjukkan dalam perkumpulan olahraga tersebut, membuat betah untuk menggelutinya.
Dadan mengakui, kalau dirinya telah jatuh cinta pada cabang olahraga yang menurut orang lain identik dengan kekerasan. Tarung Derajat, merupakan cabang olahraga yang ditekuninya sejak mulai kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta, di Bandung. Meskipun ketertarikannya dimulai sejak duduk di bangku SMU.
Usia olahraga Tarung Derajat terbilang muda. Tetapi, Dadan bisa mencetak prestasi mengagumkan. Salah satu prestasi yang sempat di sabetnya, juara pertama dalam Kejurnas 1998, kategori kelas bebas di Bandung.
Disamping itu, Dadan dapat meraih prestasi juara pertama dalam pertandingan Antar-Mahasiswa di Bogor, beberapa tahun lalu. Pada saat itu, dirinya baru mencapai Kurata IV. Prestasi lainnya, Dadan mengikuti Kejuaraan “AA Boxer Cup IV” mendapat juara pertama.
Menurut pria asala Bandung ini, salah apabila cabang olahraga Tarung Derajat dikatakan keras. “Menurut saya, olahraga Tarung Derajat sama dengan olahraga yang lainnya. Disamping perlu teknik yang baik, juga harus mempunyai mental yang stabil.” Kata Dadan.
Sebelumnya, Dadan pernah menekuni salah satu cabang olahraga bela diri lain, pada saat itu masih sekolah di Jakarta. Tetapi, tidak cukup lama, latar belakang pengalaman tersebut, membuatnya tidak begitu kesulitan dalam mempelajari teknik Tarung Derajat selama ini.
Dadan tidak menyangkal, apabila ada anak remaja yang belagu, setelah mengikuti Tarung Derajat. “Saya sendiri pernah mengalaminya, tetapi perasaan tersebut hilang setelah saya dapat dikalahkan dengan yang lain, karena terlalu santai dalam latihan.” Kata pria dengan landihan Dadan Boxer ini.
Berkecimpung aktif di olahraga Tarung Derajat, membuatnya tidak mempunyai waktu luang cukup banyak.
Dadan mempunyai harapan agar Pengcab, bisa diberdayakan lagi. Menurutnya, di daerah banyak potensi yang bisa digali.
Disadur dari koran Pikiran Rakyat hari Rabu tanggal 9 Agustus 2000!
